Surabaya, UA Media — Sebagai wujud komitmen dalam melestarikan khazanah naskah kuno pesantren, sejumlah mahasiswa Universitas Annuqayah Studi Lapangan Kajian Naskah Pesantren ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur (Disperpusip Jatim) di Surabaya dan Kantor Nahdlatut Turots di Bangkalan, Jumat, 8 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 70 mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam Semester IV ini merupakan bagian dari implementasi Project Based Learning dalam mata kuliah Kajian Naskah Pesantren, yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam praktik pelestarian manuskrip keislaman. Di ruang kuliah, mahasiswa Universitas Annuqayah telah dibekali dengan dasar-dasar kajian filologi pesantren.
Kunjungan ke Disperpusip Jawa Timur
Rombongan mahasiswa disambut hangat oleh Kepala Bidang Deposit, Pengembangan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Disperpusip Jatim, Margaretha Sari Prananingrum, S.H., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan literasi seputar upaya pelestarian naskah kuno, mulai dari metode penanganan fisik manuskrip hingga urgensi digitalisasi sebagai langkah perlindungan jangka panjang.
Setelah sesi literasi, peserta diajak berkeliling ke Galeri Majapahit dan Galeri Wali Limo yang berada di lingkungan Disperpusip Jatim. Di kedua galeri tersebut, mahasiswa dapat menyaksikan langsung koleksi benda dan dokumentasi sejarah yang merekam jejak peradaban Jawa Timur dari masa Kerajaan Majapahit hingga era penyebaran Islam oleh para wali.
Menjelang akhir kunjungan, rombongan turut disambut oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si. Kehadiran beliau menjadi penegasan atas dukungan penuh Disperpusip Jatim terhadap kegiatan akademik yang berorientasi pada pelestarian warisan intelektual bangsa, khususnya naskah-naskah pesantren.
Praktik Preservasi di Nahdlatut Turots, Bangkalan
Selepas salat Zuhur, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kantor Nahdlatut Turots (NT) di Bangkalan. Di lembaga ini, mahasiswa diterima dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan oleh Kiai Utsman Hasan Al-Akhyari selaku Ketua Nahdlatut Turots, didampingi Adi Ivanto selaku Kepala Bidang Preservasi Turots.
Berbeda dengan kunjungan sebelumnya yang lebih menekankan pada literasi, sesi di Nahdlatut Turots diisi dengan praktik baik secara langsung. Mahasiswa dibimbing membuat portepel atau kotak naskah sesuai standar nasional, yang secara khusus diperuntukkan bagi penyimpanan naskah peninggalan pendiri Pondok Pesantren Annuqayah beserta para masyayikh Annuqayah lainnya.
Selain praktik pembuatan portepel, peserta juga diarahkan untuk menyusun bibliografi berupa katalog naskah keislaman pesantren yang telah dipreservasi oleh Universitas Annuqayah sejak tahun 2023. Tidak hanya itu, mahasiswa turut ditugaskan menyusun artikel ilmiah bertema naskah pesantren sebagai bentuk pendokumentasian sekaligus diseminasi hasil kajian kepada khalayak yang lebih luas.
Moh Ainur Ridha, M. Hum, salah satu dosen pengampu Kajian Naskah Filologi Pesantren mengatakan rangkaian kegiatan ini, Universitas Annuqayah berharap output yang dihasilkan mahasiswa—baik berupa portepel, katalog, maupun artikel—tidak berhenti sebagai tugas akademik semata.
“Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan sehingga benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya menjaga dan mewariskan khazanah intelektual pesantren kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Abdul Warits (Humas)